BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Senin, 13 Juli 2009

Chatting Berakhir Pengalaman

Ini cerita aku pertama kali aku melakukan "Anal sex", hubungan sex lewat Anus (dubur), ternyata lebih enak.....dari pada lubang vagina punya cewek.!!!
Sebut saja nama aku Doddy , kebetulan aku punya hobby chating.

Suatu kali aku ngobrol sama yang namanya Helmi. Awalnya aku angga biasa aja chat ama cowok ini. Karena biasanya yang ngajak chat aku adalah cewek. Bahkan aku juga punya dua pacar cewek, yang salah satunya kenal via chatting ini. Tapi karena ini udah malam, jadi ngobrol dengan cowokpun, gapapa. Kita chat samai akhirnya tukeran FS dan no HP juga. Kelar chat, dia mengirimiki sms. Karena sesama provider, aku balas saja sekenanya. Akhirnya kita saling sms-an dalam 2 hari ini. Sampai akhirnya aku janjian ketemu sama dia di Restoran. Setelah ketemu, dia mengajakku ngobrol sambil memesan makanan. Ternyata orangnya sih kalau dari tampang biasa aja,umurnya baru 24 tahun tapi yang membuat aku tertarik, cara dia berpakaian, dia pakai celana jin's ketat di tambah t-shirt yang ngepres. Waktu aku salaman tanganya hangat, halus putih terus ada sedikit bulu bulu lembut. Bau parfumnya begitu berkelas dan membuatku betah berada di dekatnya. Setelah pertemuan pertama ini, akhirnya aku sering banget jalan sama do'i. Entah sekedar cari buku ataupun makan bersama..

Selama ini aku kalau ketemu, kita cuma duduk sambil cerita sana sini. Suatu hari, waktu aku bertandang ke rumahnya. Hari mulai hujan ketika aku sampai di rumahnya. Setelah nonton acara TV, kita ngobrol di ruang tamu. Awalnya kita ngobrol biasa saja. Lama kelamaan dia cerita ke aku dengan materi cerita agak ke arah porno. Bahkan sesekali dia menanyaiku seputar pegalaman seksku. Aku awalnya males mendengarkan ceritanya itu, porno dan norak kupikir. Tapi karena cukup menarik akhirnya aku menyimak juga. Nggak tahu dia sengaja apa kagak, tangannya menyentuh resliting celanaku. Padahal di dalam resliting itu peler aku lagi tiduran di dalam celana dalam warna putihku.
“Eh sorry ya mas nggak sengaja" katanya sambil menundukkan kepala karena malu.
Kujawab "Nggak apa apa kok...asal jangan lama lama".
“Emang kenapa, kalau megang yang lama..? tanya Helmi.
Aku bilang "Nanti bangun".
Eh diluar dugaan dia bilang "Liat boleh nggak, kalau lagi bangun..".
"Boleh aja " jawab aku becanda sambil senyum.

Ternyata Helmi nekat dan langsung membuka resleting celanaku. Aku kaget, karena becandaanku ternyata ditanggapinya serius.
Aku mempertahankan resleting celanaku, tai karena tarikan tangan Helmi lebih cepat, akhirnya kebuka juga resleting celanaku.
“Kok keras mas? Lagi terangsang ya?”tanya Helmi.
Aku cuma terdiam tersipu, karena ketahuan terangsang oleh cerita Helmi.
Lalu Helmi menggosok daeah selangkanganku itu. Aku dengan refleks menutupinya dengan tanganku dan merapatkan kedua pahaku.
Tiba tiba dia bangun terus dia lepasin celana Jin'snya sambil ngomong "Ah enakan gini, bebas. Ngapain pake malu” ujarnya.

Aku terbengong melihat pelernya yang kecoklatan itu menggantung lemas. Sesaat kupandangi ternyata peler itu mulai berkedut kedut tanda mulai tegang.
Aku merasa panik, harus bersikap bagaimana. Karena di luar hujan semakin deras mengguyur. Tiba-tiba dia mendekapku dan menciumi leherku. Aku berontak dan mendorongnya “Kamu apa-apaan seh”,teriakku.
“Kamu jangan galak galak gitu, kenapa seh”jawabnya.
“Kamu ini lho. Maksud kamu itu apa?”tanya dia dengan masih nada keras.
“Aku cuma pengen masturbasi, dan kamu membantu aku dengan hanya cukup diam saja”pintanya.
Aku menampakkan wajah terkejut. Dan buru buru Helmi menyambung “Kamu ga perlu buka baju. Biarkan bajumu lengkap begini. Tapi aku minta kamu diam saja”
Aku hanya terdiam sambil menarik nafas dalam.

Lalu karena aku tidak beraksi, Helmi mendekatiku sambil tangannya mulai mengocok pelernya. Atang peler yang awalnya lemas itu, kini mulai berdiri dan menegang. Helmi dengan melek merem mendesis desis sambil tangan kirinya memegang pahaku. Sementara tangan kanannya sibuk mengocok batang pelernya sendiri. Aku menggeser dudukku, karena merasa risih dengan ulahnya. Tapi dia tidak pantang menyerah, dan malah menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
Lalu tangannya mulai sibuk mengocok batang pelernya lagi.
Aku terdiam menyaksikan ulah nekat temen baruku ini. Dan hal itu dimanfaatkan Helmi untuk mengelus elus celanaku pada bagian pahaku. Dia kembali memohon “Kamu diem saja. Aku tidak akan melakukan hal yang lebih jauh. Hanya di luarnya saja”. Dia mencoba meyakinkanku.
Lalu dia kembali memelintir putting susunya sendiri sambil tangannya mengocok batang pelernya dan mengelus elus kepala pelernya.

Aku menyaksikan adegan itu, lama-lama terpengaruh juga. Apalagi saat tangan Helmi mulai meraba-raba bajuku bagian dada. Ternyata saat daerah tetekku tersentuh, aku merasakan aliran desiran rangsangan dan membuatku mulai terangsang. Batang pelerku mulai teraliri darah dan itu memompanya menjadi semakin besar hingga perlahan menyesak di dalam celana dalamku.
Aku cukup malu dengan keadaan ini. Namun untungnya Helmi sibuk menggerayangi dada dan leherku, sambil mengocok batang pelernya sendiri. Aku semakin dibuat terangsang ketika bulu kuduk di tengkuk leherku terhembus nafasnya yang halus. Sesaat Helmi mengambil posisi di belakangku, sambil batang pelernya digesek gesekkan di punggungku. Sementara tangannya mendekapku, sambil sesekali menggerayangi dadaku.

Aku merasa heran, karena batang pelerku ternyata menjadi tegang penuh oleh aksi Helmi ini. Gejolak birahi itu muncul, mungkin karena aku lama tidak melakukan onani. Akhirnya muncul keinginanku untuk saling onani denga Helmi ini. Tetapi aku urungkan dan terus menunggu aksi yang akan dilakukan Helmi.
Tiba-tiba tangan Helmi menyusup ke balik bajuku dan menyentuh dada serta putingku. Aku bermaksud menepis tangan itu, namun karena rasa nikmat saat jari itu menyentuk daerah erotisku, aku hanya terdiam saja. Apalagi tadi Helmi memintaku diam saja. Tapi rabaan jari Helmi ini sungguh luar biasa, aku menjadi melayang dan kepalaku serasa ringan karena rasa gairah dan rangsangan yang meledak ledak dan dengan sekuat tenaga aku tahan.

Mungkin karena aksi tangannya di balik bajuku, aku diamkan membuat Helmi semakin berani. Dia memelintir dan meremas remas dadaku hingga menggerayangi perutku. Aku semakin terbuai dan semakin melayang layang. Tiba tiba dia mendekapku sambil menempelkan bibirnya di tengkuk leherku. Oups..rasa hangat membanjiri aliran darahku. Selintas, batang pelerku semakin meledak ledak tegang minta dijamah juga. Tiba tiba tangan dia beralih mengelus dan mengusap ngusap celanaku dan bagian resleting celanaku. Kontan dia dapat merasakan kerasnya pelerku yang sedang tegang. Antara malu dan dorongan hasrat yang kuat, aku hanya terdiam saja. Apaagi rasa nikmat kurasakan dari helusan tangannya tersebut.
Tiba tiba tangannya meraba ke perutku dan menelusup dan merogoh masuk ke pinggang celanaku. Antara ingin disentuh dan rasa malu, membuatku tersentak dan justru membuat tangan Helmi dapat menyentuh ujung pelerku yang tegang, walau sekilas. Aku terhenyak kaget dan ingin disentuh lagi. Dan itu memberikan kesempatan Helmi untuk membuka resleting celanaku sehingga batang pelerku mencuat keluar meski masib terbungkus celana dalam. Lalu dengan hati hati terus dikeluarin peler aku yang lagi ngaceng itu lewat samping bawah celana dalamku. Selanjutnya terus dia kocok pelan pelan, "Gede juga ya mas..?" dia berbisik.
Aku terdiam saja. Tadinya aku pikir cuma mau dipegang atau disentuh doang, ternyata pelerku dimainin oleh Helmi. Ada rasa enak dan nikmat yang kurasakan saat tangannya mengusap usap dan mengocok batang pelerku.

Aku cukup terbuai oleh aksi Helmi ini. Kubiarkan dia bermain-main dengan batang pelerku. Dan kupikir hanya sebatas dimainkan oleh tangnnya saja, tapi gak taunya dia menundukkan wajahnya dan mulutnya langsung menyambar dan menghisap batang pelerku. Aku begitu kaget karena tidak pernah menyangkanya. Aku merasakan rasa hangat rongga mulut dan ujung lidah Helmi yang berputar putar di ujung kepala pelerku.
Setelah sekian lama Helmi mengulum dan memaju mundurkan mulutnya menghisap dan menyedoti batang pelerku. Aku mulau terbiasa dengan aksi dan aktivitas seks ini. Kepalang tanggung, sudah enak sekalian enak. Aku oun mulai meraba raba dada dan paha Helmi. Ha itu membuat Helmi semakin menjadi jadi. Akhirnya aku nggak mau kalah, aku atur posisi di antara kedua pahanya sambil aku ciumin dia selangkangan.

Tidak lama kemudian Helmi membantu dengan mengangat pantatnya, hingga rambut jembutnya, yang tebal dan hitam itu menyentuh hidungku. Aku belai dia punya jembut dan dengan pelan aku sentuh batang pelernya itu.
Waktu aku rubah posisi 69, tanpa diminta dia isap peler aku, sekali lagi aku jilatin pelernya juga menirukan aksi Helmi. Sampai dia berhenti isap aku punya peler dan badannya meregang, pinggulnya diangkat keatas sambil mendesah "Akhhhh.... ochhhh…." matanya merem sambil merintih dia buka lebar lebar kedua belah pahanya. Dia menarikku agar posisiku berubah dan memposisikan aku tepat di bawahnya. Dia terus menggesek gesekkan batang pelernya ke perut, ke batang pelerku dan ke sela sela pahaku. Kurasakan ada sensasi yang enak juga. Lalu dia mengangkat kakiku, dan batang pelernya di arahkan tepat di lubang anusku. Tapi buru buru aku cegah sambil ku pegangin peler dia yang udah keras sambil bilang "Mas jangan dimasukin...., Aku belum pernah”
Entah kenapa Helmi terdiam dan dengan lemes juga lalu duduk di sampingku. Rupanya dia merasa kecewa. Dan aku dengan jelas membaca kekecewaan dia. "Mas marah ya..?" Dia jawab pendek "Nggak"
Lalu dia berkata “Ok, kita lanjutin dan aku bantu mas Doddy sampai bisa keluar", bujuknya sambil menggegam pelerku yang masih ngaceng.

Dia hanya senyum sambil terus coba "coliin" aku punya peler, terus lagi lagi dia hisap dan jilat pala peler sampai biji aku dikulum juga. Lalu dia nungging diatas aku dengan posisi 69 gitu jelas betul aku liat pantatnya yang putih serta lubang duburnya kecoklatan, bulu jembutnya Helmi. Maka aku coba mainin aja batang pelernya. Sementara Helmi sibuk memainkan jari jari nya dan sedikit demi sedikit coba dimasukkan ke liang duburku. Aku agak menolak, dan mulai berfikir apakah mungkin Helmi inginkan hal ini juga. Lalu aku mainin pula jar jariku ke lubang anusnya. Cukup lama juga Helmi menghisap dan megocok kontolku, sampai dia nyeletuk "Mas kok lama bener sih, nggak keluar keluar..".
Aku diam saja dan sambil tersenyum kulihat mimik wajahnya. Akhirnya dia bilang "Gini deh” Lalu dia merubah posisi dengan mengangkangi perutku. Lalu dia membasahi peler aku pake ludahnya sampai peler aku basah betul. Peler aku yang masih basah oleh ludahnya Helmi itu lalu dituntunnya dan diarahin ke liang duburnya. Lalu dia menurunkan pantatnya sehingga ujung pelerku dengan mulai menembus lubang duburnya. Sejenak Helmi mengangkat pantatnya sehingga kontolku tercabut dari lubang duburnya. Lalu kembali diarahkannya pelerku tepat d lubang duburnya. Dna mulai didorong kembali. Mulanya memang susah masuknya, sempit betul tapi Helmi pegangin batang peler aku sampai kepala peler aku yang keras itu tepat persis di belahan pantat Helmi. Karena bantaun ludah sebagai pelicin, akhrnya dengan dorongan pantat Helmi, akhirnya masuk juga kepala peler aku.

Aku lihat mimik Helmi meringis. Aku berhenti mendorong pelerku tapi posisi kepala peler aku masih dalam duburnya. Kembali dicabutnya batang pelerku itu lalu dengan ludahnya dilumuri kembali batang pelerku, dan kembali dituntun untuk masuk ke duburnya. Helmi menurunkan pantatnya hingga menyentuh perutku.
“Aduuhhh gede banget she peler kamu ini. Sampe susah masuknya” Kata Helmi.
Selanjutnya dia mulai menggoyang pantatnya hingga seluruh batang pelerku amblas ke duburnya. Selanjutnya dia menyuruhku menyentakkan pantatku, agar pelerku keluar masuk di duburnya. Sedangkan tangan Helmi sibuk memilin milin sendiri tetak dan dadanya. Lama dengan posisi seperti itu, lalu Helmi merubah posisi lagi. Helmi mengambil posisi nungging dengan kepalanya dibawah, sambil kedua tangannya ke belakang membantu membuka belahan pantatnya. Sehingga jelas terlihat lubang duburnya yang telah menganga. Lalu didorongnya pantat Helmi ke arah pelerku, hingga batang pelerkupun melesak masuk ke lubang dubur itu.

"Aduh mas sakit tapi enak ohhh..mas... pssst ahhhh..coba jangan digoyang dulu yah" rintihan Helmi bikin aku makin napsu aja. Setelah beberapa saat aku tekan kembali terus secara pelan tapi pasti sampai akhirnya peler aku masuk abis, dan aku ayun pelan pelan. Wuii…......enak banget. Belum beberapa goyangan dan hentakan, aku udah nggak tahan. Pelerku rasanya bergetar dan mau memuncratkan spermaku. Akhirnya air mani aku muncrat juga di dalam duburnya Helmi. Rasanya aku keluar banyak banget, itu nggak lama setelah Helmi dalam kondisi orgasme juga. Karena sambil emnggoyang pantanya, Helmi juga mengocok pelernya sendiri. Makanya waktu Helmi orgasme itu, lubang duburnya ngepres banget, akhirnya aku lemes dan tiduran dalam posisi nyamping dari belakang tapi peler aku tetap aku biarin aja dalam duburnya. Tapi nggak lama kemudian aku cabut. Aduh pelerku rasanya ngilu tapi jujur, aku merasa sangat enak. Upsss…akhirnya aku punya pengalaman kalau ternyata ngewek lewat dubur itu lebih Assssoy....